What is Love?
Jika kalian mendengar kata Cinta, apasih yang terbayang di benak kalian?
Kekasih kah? orang tua kah? sahabat kah?
Mungkin sebagian besar dari kita cenderung mengartikan cinta sebagai ikatan yang dimiliki oleh sepasang kekasih. Tapi, apa semua pasangan kekasih yang ada di seluruh penjuru dunia didasari oleh ikatan cinta ini?
Mari kita berpikir sejenak..
Tulisan ini dibuat bukan berdasarkan penelitian atau literature tertentu. Ini murni dari renunganku sebagai penulis abal abal ini. Jika kamu punya pendapat, boleh banget berbagi denganku di kolom komentar ya.
Oke kita lanjut.
Buat kamu yang sedang berstatus taken atau memiliki kekasih, boleh kah aku bertanya sekilas?
Sudah berapa lamakah hubungan kalian berjalan? Hitungan bulan? Tahun? Atau baru beberapa hari?
Aku nanya bukan karena kepo tentang masalah pribadi kalian. Aku cuma pengen tau, apakah lamanya jalinan hubungan yang dilakukan oleh suatu pasangan memiliki pengaruh terhadap keberadaan cinta itu sendiri. Ibaratnya gini. Apakah sepasang kekasih baru dapat dikatakan saling mencintai jika sudah menjalin hubungan dalam kurun waktu (misalnya) 1 tahun? Jika iya apakah berarti pasangan kekasih yang baru menjalin hubungan dalam hitungan bulan berarti tidak melibatkan cinta di dalamnya?
Tulisan macam apa ini, isinya nanya mulu
Aku yakin kalian punya jawaban versi kalian masing-masing. Mari bandingkan dengan pendapatku.
Bagiku, cinta (pada pasangan) tidak melulu soal lamanya menjalin kasih. Cinta itu ibarat bibit tumbuhan yang bisa tumbuh subur jika di rawat dengan baik, tidak dibiarkan mengering dan mati. Menurutku, bibit tumbuhan (red : cinta) itu bisa tumbuh jika di tanam di media dan lingkungan yang mendukung didukung dengan perawatan yang telaten. Ya maksudnya cinta itu bisa tumbuh dari pasangan yang memang nyambung dan sejalan. Kalau lingkungan dan medianya saja bertolak belakang, bagaimana bibit itu bisa tumbuh dengan sempurna?. Lalu, untuk masalah apakah lamanya hubungan sejalan dengan besarnya cinta itu? Menurutku itu tergantung dari bagaiman konsistennya kita merawat cinta tersebut. Untuk pasangan baru mungkin yang sedang rajin rajinnya memupuk perasaan tersebut membuat cinta tumbuh kian membesar dan menggebu-gebu. Sedangkan untuk pasangan yang lama? Apakah cinta tetap ada di sana? Jawabanku iya. Namun ia seolah kekurangan nutrisi dan layu, Memang masih hidup, namun sudah tidak sesegar saat di awal dulu. Maka dari itulah dibutuhkan sesuatu untuk mengikat sang empunya cinta agar tidak lari dan membiarkan cinta tersebut perlahan mati mengering. Sesuatu tersebut dinamakan komitmen. Menurutku, pasangan yang sudah menjalin hubungan lama baik dalam status pacarana ataupun perkawinan, tidak bisa sepenuhnya mempertaruhkan cinta sebagai dasar dalam ikatan tersebut. Melainkan komitmen lah yang sudah disepakati di awal akan bagaimana hubungan ini berjalan. Namun, bukan berarti lantas tidak ada cinta di dalamnya. Cinta tetap ada diantara pasangan tersebut namun intensitasnya berdasarkan seberapa konsisten perawatan yang diberikan pada cinta tersebut.
Kekasih kah? orang tua kah? sahabat kah?
Mungkin sebagian besar dari kita cenderung mengartikan cinta sebagai ikatan yang dimiliki oleh sepasang kekasih. Tapi, apa semua pasangan kekasih yang ada di seluruh penjuru dunia didasari oleh ikatan cinta ini?
Mari kita berpikir sejenak..
Tulisan ini dibuat bukan berdasarkan penelitian atau literature tertentu. Ini murni dari renunganku sebagai penulis abal abal ini. Jika kamu punya pendapat, boleh banget berbagi denganku di kolom komentar ya.
Oke kita lanjut.
Buat kamu yang sedang berstatus taken atau memiliki kekasih, boleh kah aku bertanya sekilas?
Sudah berapa lamakah hubungan kalian berjalan? Hitungan bulan? Tahun? Atau baru beberapa hari?
Aku nanya bukan karena kepo tentang masalah pribadi kalian. Aku cuma pengen tau, apakah lamanya jalinan hubungan yang dilakukan oleh suatu pasangan memiliki pengaruh terhadap keberadaan cinta itu sendiri. Ibaratnya gini. Apakah sepasang kekasih baru dapat dikatakan saling mencintai jika sudah menjalin hubungan dalam kurun waktu (misalnya) 1 tahun? Jika iya apakah berarti pasangan kekasih yang baru menjalin hubungan dalam hitungan bulan berarti tidak melibatkan cinta di dalamnya?
Tulisan macam apa ini, isinya nanya mulu
Aku yakin kalian punya jawaban versi kalian masing-masing. Mari bandingkan dengan pendapatku.
Bagiku, cinta (pada pasangan) tidak melulu soal lamanya menjalin kasih. Cinta itu ibarat bibit tumbuhan yang bisa tumbuh subur jika di rawat dengan baik, tidak dibiarkan mengering dan mati. Menurutku, bibit tumbuhan (red : cinta) itu bisa tumbuh jika di tanam di media dan lingkungan yang mendukung didukung dengan perawatan yang telaten. Ya maksudnya cinta itu bisa tumbuh dari pasangan yang memang nyambung dan sejalan. Kalau lingkungan dan medianya saja bertolak belakang, bagaimana bibit itu bisa tumbuh dengan sempurna?. Lalu, untuk masalah apakah lamanya hubungan sejalan dengan besarnya cinta itu? Menurutku itu tergantung dari bagaiman konsistennya kita merawat cinta tersebut. Untuk pasangan baru mungkin yang sedang rajin rajinnya memupuk perasaan tersebut membuat cinta tumbuh kian membesar dan menggebu-gebu. Sedangkan untuk pasangan yang lama? Apakah cinta tetap ada di sana? Jawabanku iya. Namun ia seolah kekurangan nutrisi dan layu, Memang masih hidup, namun sudah tidak sesegar saat di awal dulu. Maka dari itulah dibutuhkan sesuatu untuk mengikat sang empunya cinta agar tidak lari dan membiarkan cinta tersebut perlahan mati mengering. Sesuatu tersebut dinamakan komitmen. Menurutku, pasangan yang sudah menjalin hubungan lama baik dalam status pacarana ataupun perkawinan, tidak bisa sepenuhnya mempertaruhkan cinta sebagai dasar dalam ikatan tersebut. Melainkan komitmen lah yang sudah disepakati di awal akan bagaimana hubungan ini berjalan. Namun, bukan berarti lantas tidak ada cinta di dalamnya. Cinta tetap ada diantara pasangan tersebut namun intensitasnya berdasarkan seberapa konsisten perawatan yang diberikan pada cinta tersebut.
Komentar
Posting Komentar