Hi Again

 Dear Friends, gak kerasa ya, sudah beberapa tahun berlalu, aku yang mulanya adalah anak SMA yang naif dan konyol kini sudah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang berfokus pada kehidupan..

Hallo lagi, sobat penaku (atau mungkin sobat onlineku ya). Lucy kembali mengupdate blog lawas ini dengan cerita terkini yang bisa dibilang tidak terlalu penting.  Ada yang penasaran dengan kabar terkiniku?

Kabarku baik, saat ini aku sudah bekerja di sebuah pabrik di Bali dan sekaligus menjalankan bisnis yang sudah ku rintis dari era pandemi covid -19. Ya, dunia sempat gempar karena terjadinya pandemi covid-19 yang mewabah di seluruh dunia dan berefek untuk berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dll. Namun era wabah itu sudah berlalu sekitar 3 tahun lalu. Saat ini Indonesia ada di era kampanya untuk Pemilu 2024, entah siapa presidennya nanti? mungkin kalian yang membaca tulisanku ini sedang berada di fase kepemimpinan beliau, sosok presiden baru yang saat ini aku belum tau siapa.

Menjadi dewasa tidak semenyenangkan itu. Aku sudah terbiasa dengan sebutan "Buk" yang biasa dilontarkan oleh orang yang tidak mengenalku, seperti tukang parkir, kasir ind*maret, kurir paket, dll. Mungkin wajahku memang mulai nampak seperti ibu-ibu, walau aku saat ini belum menikah. Aku juga sudah terbiasa hidup merantau, walau saat ini hanya merantau beda kabupaten. Tapi tetap saja, hidupku akan terus berubah dan semoga ke arah yang lebih baik.

Bagaimana kabar percintaanku? Sungguh di luar eksepktasiku. Ketika aku membaca kembali lembaran tulisan lama di jaman SMA yang aku tulis ketika aku merasa bagaimana tidakberpihaknya Tuhan kepadaku untuk masalah percintaan di masa itu, hingga berbalik menjadi bagaimana beruntungnya aku saat ini dalam hal percintaan. Bagaimana detailnya? nanti saja ya aku ceritanya langsung saja hihi.

Menjadi seorang usia hampir seperempat abad mungkin dikatakan masih masuk ke dalam golden age. Banyak saran masuk kepadaku untuk tidak menyianyiakan masa ini. Banyak mimpi mulai ku coba untuk raih secara bertahap. Jujur dulu aku bukanlah orang yang memiliki ambisi, hanya mengikuti kemana arus kehidupan membawaku. Namun kini, aku memiliki mimpi. Aku ingin memanfaatkan usia yang aku miliki untuk mewujudkan mimpi itu. Namun tantangannya cukup besar. Bagaimana aku harus berhadapan dengan rasa malas dan kegelisahanku sendiri. 

Gelisah, adalah perasaan yang belakangan sering aku rasakan. Gelisah mengenai karier dan kehidupan kedepannya, bahkan gelisah pula tentang kematian. Mungkin ini tidak layak dibicarakan namun cukup menghantui di kepalaku. Rasa takut terbesarku adalah takut untuk ditinggal pergi, namun aku tau, hal tersebut tidak bisa dihindari. Harusnya aku dapat lebih menghargai waktu dan orang disekitarku, hingga aku tidak dapat mengulangnya kembali. Namun bayangan mengenai kematian tetap meghantui kepalaku. Mungkin pikiran ini yang semakin membuatku terlihat tua? Entahlah.

Terlepas dari ketakutan dan kecemasanku itu, aku sangat bersuyukur bahwa aku dapat bertahan hingga usia ku kini. Banyak keberuntungan dan kesenangan yang aku rasakan. Aku bersyukur lahir sebagai diriku di dunia ini. Apapun yang Tuhan rencanakan untukku, aku akan tetap bersyukur dan percaya bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Recipes

ESAI

CERPEN SMA